JAKARTA, CS – Destry Damayanti mencatat sejarah baru dalam perjalanan Bank Indonesia (BI). Ia ditetapkan sebagai Gubernur BI periode 2026–2031 dan menjadi perempuan pertama yang dipercaya memimpin bank sentral Indonesia.

Penetapan Destry dilakukan Komisi XI DPR setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah mufakat pada Kamis (27/8/2026).

Ketua Komisi XI DPR Misbakhun mengatakan Destry ditetapkan untuk memimpin Bank Indonesia selama lima tahun ke depan. Keputusan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR yang dijadwalkan pada 1 September 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengajukan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI melalui Surat Presiden (Surpres) yang disampaikan kepada DPR.

Destry sendiri bukan sosok baru di lingkungan Bank Indonesia. Sebelum ditetapkan sebagai calon gubernur definitif, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sekaligus menjalankan tugas sebagai gubernur sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Juli 2026.

Pendidikan Destry Damayanti

Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 16 Desember 1963. Ia menempuh pendidikan sarjana ekonomi di Universitas Indonesia.

Setelah itu, Destry melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Regional Science pada 1992.

Latar belakang pendidikan ekonomi tersebut kemudian menjadi bekal bagi Destry dalam meniti karier di sektor keuangan, perbankan, hingga lembaga pemerintahan.

Perjalanan Karier Destry Damayanti

Karier Destry di bidang ekonomi dimulai sejak masih berada di lingkungan akademik. Ia pernah menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Destry kemudian berkarier di sektor swasta dan pemerintahan. Ia pernah bekerja di Citibank Indonesia pada 1997–2000.

Setelah itu, Destry dipercaya sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000–2003. Ia kemudian kembali ke dunia akademik sebelum melanjutkan karier sebagai ekonom di sektor keuangan.

Destry pernah menjabat Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005–2011. Kariernya berlanjut sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011–2015.

Pada periode 2014–2015, ia juga dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.

Pengalaman Destry di sektor keuangan pemerintahan kemudian berlanjut ketika ia menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015–2019.

Masuk Bank Indonesia

Destry mulai masuk jajaran pimpinan Bank Indonesia pada 2019. Ia ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019.

Masa jabatan tersebut kemudian diperpanjang untuk periode berikutnya pada 2024. Dengan pengalaman panjang di sektor moneter dan keuangan, Destry menjadi salah satu figur penting dalam perumusan kebijakan Bank Indonesia.

Pada Juli 2026, Destry menjalankan tugas sebagai gubernur sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.

Tak lama kemudian, Presiden Prabowo mengusulkan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif.

Jadi Perempuan Pertama Pimpin Bank Indonesia

Jika nantinya pengangkatannya disahkan melalui mekanisme kenegaraan yang berlaku, Destry akan menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi tonggak penting bagi keterwakilan perempuan di posisi strategis dalam pengambilan kebijakan ekonomi dan moneter Indonesia.

Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Destry menyatakan Bank Indonesia tetap harus menjaga independensinya meskipun membutuhkan koordinasi yang kuat dengan lembaga negara lain.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dengan tetap menjaga stabilitas keuangan.

Dengan pengalaman panjang sebagai ekonom dan pejabat senior BI, Destry diharapkan mampu menjaga kesinambungan kebijakan moneter sekaligus menghadapi tantangan ekonomi Indonesia dalam periode mendatang.*