JAKARTA, CS – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dan terbalik di perairan Laut Jawa saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu hingga Senin (13-14/9/2026).
Kapal feri jenis roll-on/roll-off (ro-ro) tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum kehilangan kontak, Minggu (13/9/2026) dini hari.
Informasi sementara menyebutkan kapal hilang kontak sekitar pukul 02.00 hingga 04.10 WIB. Posisi terakhir kapal yang diterima berada di koordinat 4°31’51,82″S 114°2’6,88″E dengan arah pelayaran (heading) 203,94°.
Lokasi tersebut berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Kapal kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik dan nyaris tenggelam. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap penumpang maupun awak kapal.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas MAYJEN tni (Mar) Edy Prakoso menyampaikan penyebab terbaliknya KMP Virgo Transport 8 dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, karena hantaman ombak.
Hingga Senin (14/9/2026) siang, pihak berwenang melaporkan sebanyak 114 penumpang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia.
Sementara itu, proses pencarian terhadap korban lainnya masih berlangsung. Petugas juga masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah keseluruhan penumpang dan awak yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
KMP Virgo Transport 8 merupakan kapal ro-ro yang mengangkut penumpang sekaligus kendaraan. Kapal tersebut dilaporkan memiliki panjang sekitar 119 meter dan lebar 23 meter serta dibangun di Jepang pada 1987.
Terdapat perbedaan data mengenai tonase kapal. Sejumlah informasi menyebut KMP Virgo Transport 8 memiliki ukuran 8.540 GT, sementara sumber lainnya mencantumkan 4.277 GT.
Dengan usia kapal yang mencapai sekitar 39 tahun, KMP Virgo Transport 8 diketahui melayani rute pelayaran antarpulau, termasuk perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Operasi SAR hingga Senin (14/9/2026) terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur terkait untuk mencari dan mengevakuasi korban yang masih belum ditemukan.
Data jumlah korban dan penumpang dalam kecelakaan tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, serta pendataan yang dilakukan petugas. *


