JAKARTA, CS – Hanya lima partai politik yang mencatat elektabilitas di atas 5 persen dalam simulasi surat suara 18 partai politik pada survei nasional Poltracking Indonesia bertajuk “Membaca Peta Elektoral dan Dinamika Partai Politik”.

Kelima partai tersebut yakni Partai Gerindra dengan elektabilitas 23,2 persen, PDI Perjuangan (PDIP) 11,6 persen, Partai Golkar 10,4 persen, PKB 6,2 persen, dan Partai Demokrat 6,1 persen.

Hasil survei tersebut dirilis Poltracking Indonesia di Jakarta, Rabu 23 September 2026. Rilis ditandatangani Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro.

Dalam simulasi tersebut, Gerindra mencatat elektabilitas 23,2 persen. PDIP berada di angka 11,6 persen, disusul Golkar 10,4 persen. Sementara PKB memperoleh 6,2 persen dan Demokrat 6,1 persen.

Di bawah lima partai tersebut, Partai NasDem mencatat elektabilitas 4,4 persen. Selanjutnya PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, dan PPP 1,9 persen.

Adapun Perindo memperoleh 0,6 persen, Partai Buruh 0,5 persen, dan Hanura 0,3 persen. Partai Ummat, PBB, Garuda, PKN, dan Gelora masing-masing tercatat 0,1 persen.

Sebanyak 25,3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Poltracking Indonesia melakukan pengumpulan data pada 14–20 Agustus 2026 menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Survei melibatkan 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih terhadap responden yang dipilih secara acak.

Survei memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Poltracking menyebut hasil tersebut merupakan potret opini publik berdasarkan survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026. Lembaga tersebut mencatat persepsi publik masih berpotensi berubah bergantung pada isu dan langkah strategis yang dilakukan partai politik.

Kepercayaan Publik terhadap Partai Politik

Selain mengukur elektabilitas, survei tersebut memotret persepsi masyarakat terhadap keberadaan partai politik.

Poltracking mencatat 49,7 persen responden menyatakan masih percaya terhadap keberadaan partai politik. Sementara 37,1 persen menyatakan tidak percaya.

Namun, tingkat kedekatan masyarakat dengan partai politik tercatat lebih rendah. Sebanyak 12,3 persen responden menyatakan merasa dekat dengan partai politik, sedangkan 66,8 persen menyatakan tidak merasa dekat.

Dalam pilihan pada pemilu legislatif, 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih calon anggota legislatif dibandingkan memilih partai politik yang mencapai 24,7 persen.

Survei yang sama juga mencatat 17,7 persen responden mengetahui ambang batas parlemen saat ini sebesar 4 persen. Sementara 64,7 persen menyatakan tidak mengetahui ketentuan tersebut.

Hasil survei ini merupakan gambaran opini publik yang dikumpulkan pada Agustus 2026, bukan pengukuran kondisi pada hari rilis. Poltracking menyatakan survei tersebut ditujukan untuk membaca peta elektoral dan dinamika partai politik terkini di Indonesia. *