Politisi PKB Kota Palu ini “Serang” Luhut Binsar Pandjaitan

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Palu, H. Nanang. (FOTO : Channelsulawesi.id)

PALU, CS – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Palu, H. Nanang, menyebut  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (RI), Luhut Binsar Pandjaitan ngawur minta ampun.

Hal ini merupakan reaksi atas pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut pasca bencana 2018 lalu, tidak boleh lagi ada pembangunan di Kota Palu, Provinsi Sulawesi (Sulteng).

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Kota Palu Masuk Monitoring Progres Pelaksanaan Dukungan Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender

“Saya menganggap Bapak Luhut ngawur kelewatan, pernyataan itu menzolimi masyarakat Kota Palu,” tegas H. Nanang, di Palu, Rabu 10 Maret 2021 malam ini.

Kata Nanang, tidak sepantasnya pejabat negara mengeluarkan statemen seperti itu. Malah seharusnya negara hadir memberikan rasa optimisme kepada masyarakat untuk kembali bangkit dari keterpurukan.

“Masyarakat Kota Palu memang masih mengingat dengan baik bencana tanggal 28 September 2018 lalu, dan sekarang masyarakat mulai bangkit dari keterpurukan,” katanya.

Nanang menyampaikan, pasca bencana, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat telah melakukan singkronisasi melakukan pemetaan zona rawan bencana di Kota Palu, sehingga titik-titik patahan telah ditetapkan sebagai zona merah, dan pemerintah telah mengeluarkan keputusan melarang masyarakat membangun di zona tersebut.

Baca Juga :  Pemkot Palu Batal Pinjam Anggaran Management Persampahan

“Sudah dilakukan pemetaan zona rawan bencana menggunakan teknologi canggih. Kalau Bapak Luhut mengatakan tidak ada pembangunan di zona rawan bencana itu rasional, tetapi jika mengatakan di seluruh Kota Palu itu sama saja mengkabiri hak-hak pembangunan pasca bencana,” tegasnya.

Bahkan kata Nanang, pasca bencana 2018 lalu, pembangunan di Kota Palu jauh lebih baik, masyarakat sangat memperhatikan pembangunan dengan konstruksi tahan gempa, dan mendirikan bangunan tidak di jalur patahan Sesar Palu Koro ataupun daerah likuifaksi.

“Masyarakat Kota Palu adalah masyarakat yang selalu taat pada imbauan-imbauan pemerintah, masyarakat  kuat yang memaknai bencana merupakan cobaan dari Allah SWT. Masyarakat ikhlas pada cobaan atas kehendak Allah SWT. Ini yang harus didukung oleh pemerintah, tidak malah justru mengeluarkan statemen yang mengkabiri semangat masyarakat,” tandasnya. (YM)

Baca Juga :  Curhat Pilu Petani Garam Talise Dianak Tirikan Pemerintah Terungkap di Reses H. Nanang

 

Pos terkait