PALU, CS – Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kota Palu memastikan stok bahan pangan strategis masih dalam kondisi aman.

Hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Palu, Jumat (22/5/2026), menunjukkan sejumlah gudang distributor masih dipenuhi pasokan kebutuhan pokok, terutama beras dan gula.

Sidak dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu, Rahmad Mustapa, bersama tim gabungan dari sejumlah instansi, mulai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bulog, Polresta Palu, Kejaksaan Negeri, hingga Dinas Perhubungan.

Berbeda dari sidak biasa yang hanya memantau pasar tradisional, kali ini tim turun langsung ke titik distribusi utama pangan di Kota Palu, termasuk gudang beras di Jalan Labu, distributor gula, pedagang ikan, usaha pemotongan ayam, hingga pedagang sayur dan telur.

Dari hasil pemantauan lapangan, Satgas menemukan stok beras masih berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

“Gudang para distributor terlihat penuh. Bahkan ada distributor yang memiliki stok beras lebih dari 200 ton,” kata Rahmad Mustapa.

Selain beras, pasokan gula juga disebut masih berjalan normal karena distribusi dari pabrik belum mengalami hambatan. Namun demikian, pemerintah mulai mencermati pergerakan harga sejumlah komoditas hortikultura yang perlahan mengalami kenaikan.

Cabai rawit dan cabai keriting tercatat mengalami kenaikan harga antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram di tingkat pengecer.

Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Iduladha, sementara pasokan dari petani relatif tidak mengalami penambahan signifikan.

Meski harga cabai mulai bergerak naik, pemerintah memastikan komoditas pangan lain seperti ikan, telur ayam, daging ayam, dan daging sapi masih dalam kondisi stabil, baik dari sisi harga maupun ketersediaan.

Pemerintah Kota Palu menyatakan akan terus melakukan pemantauan distribusi pangan hingga perayaan Iduladha guna mengantisipasi potensi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran. *