MOROWALI, CS – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memperkuat komitmen pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), melalui program pembekalan bagi generasi muda menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.
Sebanyak 150 siswa dari SMA Alkhairaat Kolono dan SMK Bungku Timur mengikuti kegiatan Kelas Motivasi dan Pembekalan Menghadapi Tantangan Pasca Bangku Sekolah yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Vale di Morowali.
Kegiatan tersebut membahas sejumlah materi penting, mulai dari pengembangan diri, peluang karier, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga peningkatan keterampilan komunikasi.
Program ini menjadi salah satu bentuk perhatian PT Vale terhadap pembangunan manusia di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki kemampuan dan daya saing menghadapi perubahan dunia kerja.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian bisnis dan operasional, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dan lingkungan.
“Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari kinerja operasional maupun pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kita ciptakan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi masa depan,” ujar Bernardus, melalui rilisnya, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, PT Vale terus menjalankan prinsip pertumbuhan yang bertanggung jawab melalui penguatan industri, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain pembekalan bagi siswa, rangkaian kegiatan HUT ke-58 PT Vale di Morowali juga ditutup dengan program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui Service Excellence Improvement Program bagi tenaga kesehatan Puskesmas Bahomotefe.
Program yang berlangsung selama tiga bulan tersebut bertujuan memperkuat budaya pelayanan prima sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih profesional, empatik, dan responsif.
Kegiatan pengembangan SDM tersebut menjadi bagian dari komitmen PT Vale dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Morowali.
Sebelumnya, PT Vale juga melakukan berbagai kegiatan dalam rangkaian HUT ke-58, mulai dari penguatan hilirisasi industri nikel, rehabilitasi lingkungan, hingga program sosial kemasyarakatan.
Dorong Hilirisasi Nikel dan Ekonomi Rendah Karbon
Dalam sektor industri, PT Vale terus memperkuat pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sebagai bagian dari upaya mendukung hilirisasi nikel nasional.
Salah satu tonggak penting ditandai dengan kedatangan autoclave, peralatan utama untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi) pada 22 Juli 2026.
Melalui teknologi HPAL, bijih nikel jenis limonit yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas dapat diolah menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik.
Proyek tersebut dikembangkan bersama mitra global GEM Co., Ltd. dan EcoPro, dengan tujuan memperkuat rantai pasok kendaraan listrik dunia sekaligus mendukung transisi energi menuju ekonomi rendah karbon.
Selain itu, PT Vale juga mencatat capaian penjualan bijih nikel lebih dari 2 juta ton pada semester pertama 2026.
Perkuat Kepedulian Lingkungan dan Sosial
Komitmen keberlanjutan PT Vale juga diwujudkan melalui kegiatan rehabilitasi lingkungan di Sungai Bahopenila, Desa Onepute Jaya, Morowali.
Pada 24 Juli 2026, perusahaan melakukan penanaman 300 bibit pohon di sepanjang bantaran sungai sebagai bagian dari upaya pemulihan daerah aliran sungai (DAS), mengurangi risiko erosi, serta menjaga ekosistem lokal.
Pada hari yang sama, PT Vale bersama PMI Kabupaten Morowali dan Puskesmas Bahomotefe juga menggelar kegiatan donor darah. Sebanyak 77 kantong darah berhasil dikumpulkan dan disalurkan melalui PMI Kabupaten Morowali untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, PT Vale menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada investasi industri, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia dan perlindungan lingkungan.
Pengembangan IGP Morowali diharapkan mampu memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nikel nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


