MOROWALI, CS – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memperkuat komitmennya dalam mendorong hilirisasi industri nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), melalui pengembangan teknologi pengolahan bernilai tambah tinggi, penguatan sumber daya manusia, serta program keberlanjutan lingkungan.
Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Vale yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 dengan tema “Tangguh dan Bertanggung Jawab: Bertumbuh dengan Integritas, Memimpin dengan Tanggung Jawab.”
Berbagai kegiatan dilakukan PT Vale di wilayah Morowali, mulai dari penguatan proyek hilirisasi nikel, rehabilitasi lingkungan, peningkatan layanan kesehatan, hingga program pengembangan generasi muda.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan perjalanan 58 tahun PT Vale menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi dan pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari kinerja operasional maupun pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kita ciptakan bagi masyarakat, lingkungan, dan generasi masa depan,” ujar Bernardus, melalui rilisnya, Minggu (26/7/2026).
Ia menegaskan PT Vale akan terus menjalankan prinsip pertumbuhan yang bertanggung jawab melalui penguatan industri, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dorong Hilirisasi Nikel Lewat Teknologi HPAL
Salah satu langkah strategis PT Vale dalam mendukung hilirisasi nasional ditandai dengan kedatangan autoclave, peralatan utama untuk proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi, pada 22 Juli 2026.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang menjadi salah satu proyek strategis dalam pengembangan industri nikel nasional.
Melalui teknologi HPAL, bijih nikel jenis limonit yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi terbatas akan diolah menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku penting untuk industri baterai kendaraan listrik.
Proyek tersebut dikembangkan PT Vale bersama mitra global GEM Co., Ltd. dan EcoPro. Kehadiran fasilitas HPAL diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia sekaligus mendukung agenda transisi energi menuju ekonomi rendah karbon.
Selain pengembangan hilirisasi, PT Vale juga mencatat capaian penjualan bijih nikel lebih dari 2 juta ton pada semester pertama 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator peningkatan kinerja operasional perusahaan sekaligus hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Rehabilitasi Lingkungan Jadi Bagian Pertumbuhan Perusahaan
Komitmen keberlanjutan PT Vale juga diwujudkan melalui program rehabilitasi lingkungan di Sungai Bahopenila, Desa Onepute Jaya, Morowali.
Pada 24 Juli 2026, perusahaan melakukan penanaman 300 bibit pohon di sepanjang bantaran sungai sebagai bagian dari upaya pemulihan daerah aliran sungai (DAS), pencegahan erosi, serta perlindungan ekosistem lokal.
PT Vale menegaskan bahwa pemulihan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Pada hari yang sama, perusahaan bersama PMI Kabupaten Morowali dan Puskesmas Bahomotefe juga menggelar kegiatan donor darah. Sebanyak 77 kantong darah berhasil dikumpulkan dan disalurkan melalui PMI Kabupaten Morowali untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Perkuat SDM Melalui Pendidikan dan Layanan Kesehatan
Rangkaian kegiatan HUT ke-58 PT Vale di Morowali ditutup dengan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
PT Vale menggelar penutupan Service Excellence Improvement Program bagi tenaga kesehatan Puskesmas Bahomotefe yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan budaya pelayanan prima agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih profesional dan responsif.
Selain itu, sekitar 150 siswa SMA Alkhairaat Kolono dan SMK Bungku Timur mengikuti kegiatan pembekalan menghadapi tantangan pasca sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi terkait pengembangan diri, peluang karier, kecerdasan buatan (AI), serta keterampilan komunikasi.
Melalui berbagai program tersebut, PT Vale menegaskan bahwa investasi terbaik dalam pembangunan berkelanjutan tidak hanya berada pada sektor industri, tetapi juga pada manusia dan lingkungan.
Pengembangan IGP Morowali diharapkan mampu memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nikel nasional sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. *


