MOROWALI, CS – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) lokal melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi.

Memasuki angkatan keempat pada 2026, perusahaan meningkatkan kuota penerima beasiswa dari 25 menjadi 45 mahasiswa dengan nilai bantuan pendidikan yang juga naik menjadi Rp5 juta per semester.

Program yang telah berjalan sejak 2022 tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung peningkatan kualitas generasi muda Morowali, khususnya yang berasal dari Kecamatan Bahodopi, agar mampu bersaing di dunia kerja dan menjawab kebutuhan industri modern.

Deputy Manager CSR Department PT IMIP, Laurencia Kirana Larasati, mengatakan pembangunan kawasan industri berkelanjutan tidak hanya berfokus pada investasi dan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan kualitas SDM lokal.

“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami ingin membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri Bahodopi. Harapannya mereka memiliki daya saing yang lebih baik, mampu berkembang secara profesional, dan nantinya dapat berkontribusi di berbagai sektor, termasuk di kawasan industri IMIP,” ujar Laurencia, melalui rilisnya diterima media ini, Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, sejak pertama kali dilaksanakan tahun 2022 hingga angkatan ketiga, sebanyak 25 mahasiswa menerima bantuan uang saku pendidikan sebesar Rp3 juta setiap semester. Tahun ini, selain menambah jumlah penerima menjadi 45 mahasiswa, perusahaan juga meningkatkan besaran bantuan menjadi Rp5 juta per semester yang mulai diberikan sejak mahasiswa memasuki semester dua.

Menurut Laurencia, peningkatan kualitas SDM lokal merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel di Morowali.

Program beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa asli Kecamatan Bahodopi yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP dan berasal dari 12 desa di sekitar kawasan industri IMIP. Seleksi dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan Bahodopi untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Selain itu, PT IMIP juga menggandeng paguyuban mahasiswa di empat kota tujuan pendidikan, yakni Palu, Kendari, Makassar, dan Yogyakarta, guna mendukung proses pendataan serta pelaksanaan seleksi.

Laurencia menuturkan, proses seleksi dilakukan secara objektif melalui tahapan verifikasi administrasi dan wawancara.

“Persyaratan utama adalah mahasiswa merupakan putra-putri asli Bahodopi, aktif kuliah, IPK minimal 2,75, serta memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing akademik. Kami juga bekerja sama dengan Tim Pendataan Kecamatan serta Pemerintah Desa agar seluruh data penerima benar-benar valid,” jelasnya.

Tidak hanya memberikan bantuan finansial, IMIP juga tengah menyiapkan berbagai program pengembangan kapasitas bagi para penerima beasiswa. Program tersebut meliputi pelatihan peningkatan kompetensi, penguatan kemampuan komunikasi, hingga pembekalan dunia kerja agar lulusan siap menghadapi kebutuhan industri.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mencetak SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Penerima beasiswa juga akan memiliki kesempatan mengikuti proses rekrutmen di lingkungan PT IMIP sesuai kebutuhan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, Laurencia menilai tantangan dalam pengembangan SDM lokal masih cukup besar, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan pendidikan sejak dini.

Ke depan, PT IMIP berkomitmen terus memperkuat Program Beasiswa IMIP Bersinergi melalui peningkatan kuota penerima, pengembangan nilai bantuan pendidikan, serta sinkronisasi data bersama pemerintah daerah.

“Melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi, kami menegaskan bahwa investasi pada pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan mempersiapkan SDM lokal yang unggul, perusahaan berharap manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat Morowali menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045,” tutup Laurencia. *