PALU, CS – Kondisi Nurhanisa, istri korban pembunuhan di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), sempat mengalami penurunan saat menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Pihak rumah sakit menyebut, penurunan kondisi tersebut terjadi setelah pasien yang masih dalam masa pemulihan pascaoperasi diberikan makanan oleh keluarga, meski sebelumnya telah mendapat arahan untuk sementara menjalani puasa dari tim medis.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palu, AKBP dr. Judy Dermawan, menjelaskan pasien sebelumnya menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani operasi akibat dua luka tusuk, salah satunya mengenai bagian paru-paru.

Usai operasi, Nurhanisa kemudian dipindahkan ke ruang ICU untuk menjalani pemantauan intensif.

“Setelah operasi pasien dimasukkan ke ICU untuk observasi. Tidak lama kemudian pasien sudah pulih dan sadar. Saat itu keluarga sudah kami beri penjelasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika menjenguk pasien,” ujar Judy, dikutip dari outentik.id.

Menurutnya, pasien masih diwajibkan berpuasa karena berada dalam tahap observasi dan masih memiliki kemungkinan membutuhkan tindakan medis lanjutan apabila kondisi kesehatan memburuk.

Selain itu, korban juga masih menggunakan selang drainase yang berfungsi mengeluarkan sisa darah akibat luka tusuk yang dialaminya.

Namun, saat pasien merasa lapar dan meminta makanan, keluarga memberikan makanan tanpa sepengetahuan petugas medis.

“Ternyata keluarganya memberikan makanan kepada pasien tanpa sepengetahuan perawat. Saat ditanya kenapa, keluarganya menjawab, ‘Kami sudah pasrah’,” katanya.

Judy menjelaskan, pemberian makanan tersebut kemudian menyebabkan gangguan pada selang drainase yang masih terpasang pada tubuh pasien.

“Akibatnya makanan tersebut menyumbat selang drainase. Operasi belum benar-benar selesai karena pasien masih dalam observasi. Kalau kondisi organ memburuk, sewaktu-waktu pasien bisa saja harus kembali ke ruang operasi,” jelasnya.

Pihak rumah sakit memastikan tetap memberikan ruang bagi keluarga untuk mendampingi pasien selama proses perawatan. Namun, seluruh arahan dan prosedur medis harus dipatuhi demi keselamatan pasien.

“Keluarga boleh mendampingi pasien, tetapi jangan memberikan makanan atau minuman sebelum diizinkan dokter karena tindakan itu bisa menghambat proses penyembuhan pasien,” tutupnya.

Hingga kini, tim medis RS Bhayangkara Palu terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Nurhanisa setelah menjalani perawatan akibat luka tusuk dalam kasus pembunuhan di Kelurahan Duyu. *