Usai mencatatkan nama dalam sejarah Ultimate Fighting Championship (UFC), Islam Makhachev mulai membidik calon lawan berikutnya untuk mempertahankan sabuk juara kelas welter. Petarung asal Dagestan tersebut secara terbuka menyebut nama Carlos Prates sebagai kandidat yang paling layak untuk menghadapinya di dalam oktagon.

Pernyataan ini muncul setelah Makhachev sukses menumbangkan Ian Garry pada gelaran UFC 330 yang berlangsung Minggu, 16 Agustus 2026. Hasil manis tersebut tidak hanya mengamankan sabuk juara kelas welter miliknya, tetapi juga mengukuhkan rekor baru. Makhachev menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang mengantongi 17 kemenangan beruntun, melampaui pencapaian legendaris Anderson Silva yang bertahan di angka 16 kemenangan.

Membahas peta persaingan di divisi kelas welter, Makhachev menilai Carlos Prates berada di posisi terdepan. Menurutnya, Prates yang kini menduduki peringkat pertama klasemen memiliki keunggulan dari segi keaktifan bertarung dibandingkan kandidat lainnya.

“Shavkat sedang tidak bertarung, sementara Prates masih aktif di oktagon. Morales juga petarung yang bagus, tapi saya lupa kapan terakhir kali dia berlaga. Kalau ditanya siapa yang paling layak saat ini, menurut saya adalah Carlos Prates,” ujar Makhachev seperti dikutip dari MMA Junkie.

Selain nama Prates dan Michael Morales yang berada di peringkat ketiga, Makhachev juga memberikan opsi lain kepada pihak penyelenggara UFC jika belum menentukan keputusan final. Ia tak keberatan jika para penantang papan atas tersebut diadu terlebih dahulu untuk memperebutkan tiket pertarungan gelar.

“Atau biarkan mereka berdua bertarung saja terlebih dahulu, nanti pemenangnya yang bertarung melawan saya,” tambahnya.

Makhachev menegaskan kesiapannya untuk segera kembali beraksi sebelum memasuki bulan suci Ramadan pada Februari 2027 mendatang. Ia berharap jadwal pertarungan selanjutnya dapat direalisasikan oleh UFC pada akhir tahun 2026 atau paling lambat Januari 2027.*