PALU, CS – Memperingati delapan tahun bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi 28 September 2018, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi untuk memperkuat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Hadianto saat memimpin ziarah dan tabur bunga untuk mengenang para korban bencana di sejumlah titik terdampak di Kota Palu, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur; Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat; Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan; serta Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore.

Ziarah dan tabur bunga turut diikuti Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin serta jajaran Pemerintah Kota Palu. Kegiatan dilaksanakan setelah Salat Subuh berjamaah.

Hadianto mengatakan, ziarah dan tabur bunga tidak sekadar menjadi kegiatan untuk mengenang peristiwa bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk merenungkan kebesaran Allah SWT serta mendoakan para korban yang telah berpulang.

“Hari ini kita bersama-sama berkumpul di tempat ini untuk mengenang kembali kejadian tersebut. Kita juga bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT,” ujar Hadianto.

Ia mengajak seluruh pihak menundukkan hati dan mendoakan para korban bencana yang meninggal dunia dalam peristiwa delapan tahun silam.

“Marilah kita bersama-sama menundukkan hati dan perasaan kita, mendoakan saudara-saudara kita yang ada di tempat ini. Semoga insyaallah Allah SWT memberikan rahmat-Nya yang seluas-luasnya kepada mereka,” ungkapnya.

Menurut Hadianto, peristiwa bencana tersebut memiliki hikmah yang besar dan menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk melakukan hal-hal baik dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Semua kita akan kembali kepada Allah SWT. Olehnya, manfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk kita meninggalkan amal-amal yang baik,” katanya.

Secara khusus, Hadianto meminta momentum peringatan delapan tahun bencana menjadi bahan refleksi bagi ASN Pemkot Palu untuk meningkatkan pengabdian dan menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.

Ia mengajak seluruh kepala perangkat daerah, kepala badan, camat hingga lurah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Sebagai pegawai, para kepala dinas, kepala badan, camat dan lurah, marilah kita bekerja dengan sebaik-baiknya, mumpung kita ada waktu,” ujar Hadianto.

Ia juga meminta seluruh jajaran Pemkot Palu memperbaiki niat, menyusun rencana dan memperjelas tujuan dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Menurutnya, seluruh pekerjaan dan pengabdian harus diarahkan untuk memberikan kebaikan bagi Kota Palu dan masyarakat.

“Olehnya, mari kita perbaiki niat, rencana, dan tujuan kita sebagai ASN, bahwa kita bekerja untuk kebaikan Kota ini,” pungkasnya.

Ziarah dan tabur bunga tersebut menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Kota Palu kepada para korban bencana 28 September 2018 sekaligus menjadi momentum refleksi untuk memperkuat kepedulian, kebersamaan dan pengabdian dalam membangun Kota Palu. *