DONGGALA, CS – Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, mengunjungi dua keluarga berisiko stunting (KRS) di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (28/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Intensifikasi Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Wilayah Khusus dalam rangka World Contraception Day (WCD), sekaligus penyerahan dukungan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Dua keluarga yang dikunjungi berada di Desa Labuan Induk dan Desa Labuan Salumbone. Keduanya merupakan keluarga yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta) dan mendapat dukungan dari orang tua asuh, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), berupa bantuan jamban.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan stunting melalui intervensi yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada kondisi lingkungan dan sanitasi keluarga.

Ratu Isyana mengatakan, pencegahan stunting membutuhkan dua jenis intervensi, yakni intervensi spesifik yang berkaitan dengan pemenuhan gizi dan intervensi sensitif yang mencakup berbagai faktor di luar gizi.

“Kalau kita mau mencegah stunting ada dua upaya yang perlu dilakukan. Upaya spesifik terkait dengan gizi dan upaya intervensi sensitif,” kata Ratu.

Menurutnya, intervensi sensitif antara lain mencakup ketersediaan air bersih, sanitasi dan jamban, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pemberian gizi yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain faktor gizi dan lingkungan, Ratu menekankan pentingnya pengaturan kehamilan sebagai bagian dari pencegahan stunting. Hal itu mencakup menghindari kehamilan pada usia terlalu muda maupun terlalu tua, mengatur jarak kelahiran, serta merencanakan jumlah anak.

“Tidak hamil di usia terlalu muda, hamil di usia terlalu tua, memiliki anak terlalu dekat jaraknya dan memiliki anak tidak terlalu banyak. Itu semua bagian dari upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

Program GENTING sendiri merupakan salah satu upaya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN untuk mendukung keluarga berisiko stunting melalui keterlibatan orang tua asuh.

Dalam kunjungan tersebut, bantuan jamban diberikan kepada dua keluarga sasaran sebagai bagian dari intervensi sensitif untuk mendukung lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.

Selain mengunjungi keluarga berisiko stunting, Ratu Isyana juga menghadiri pelayanan KB di Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli yang bersandar di Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea.

Rumah sakit kapal yang bekerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) tersebut telah memberikan pelayanan kesehatan dan KB kepada masyarakat sejak 22 September 2026.

Pada hari kunjungan Wamen, sebanyak 50 akseptor mendapatkan pelayanan KB.

Ratu juga memberikan sosialisasi kepada sekitar 150 peserta yang terdiri dari lintas sektor, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader, PKB/PLKB, tenaga medis, serta pasangan usia subur (PUS).

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan KB sekaligus memperkuat intervensi pencegahan stunting hingga tingkat keluarga di wilayah khusus.

Bantuan jamban kepada masyarakat merupakan realisasi kerjasama antara BKKBN dengan BRI Cabang Palu.

“Bantuan Jamban bersumber dari dana CSR kami di BRI,” ucap Penjabat Kepala cabang (Kacab) BRI Kota Palu, Reza Putra Pradhana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Nuryamin, Asisten III Donggala Isngadi, Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Kemendukbangga/BKKBN Farah Adibah, serta sejumlah pejabat lainnya. *