JAKARTA, CS – Absennya Ismael Saibari menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Maroko menjelang pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 melawan Prancis.

Kehilangan pemain dengan kemampuan membawa bola, mobilitas tinggi, dan kontribusi dalam transisi menyerang membuat pelatih Walid Regragui harus menyiapkan alternatif strategi.

Saibari selama ini menjadi salah satu opsi penting dalam skema permainan Maroko. Perannya bukan hanya sebagai penghubung antarlini, tetapi juga membantu tim keluar dari tekanan lawan melalui kemampuan membawa bola dan mencari ruang di area tengah.

Menghadapi Prancis yang memiliki kualitas individu dan tekanan tinggi, Regragui dituntut menemukan formula baru agar keseimbangan permainan Singa Atlas tetap terjaga.

Opsi Perubahan Formasi Jadi Pilihan Regragui

Salah satu kemungkinan yang dapat dilakukan Regragui adalah mempertahankan pola 4-2-3-1 dengan melakukan perubahan pada posisi gelandang serang. Dalam skema ini, Maroko tetap dapat mengandalkan dua gelandang bertahan untuk menjaga area tengah sekaligus memberikan perlindungan terhadap lini belakang.

Azzedine Ounahi berpotensi mendapatkan peran lebih besar sebagai pengatur ritme permainan. Kemampuan Ounahi dalam membawa bola dan mencari celah dapat membantu Maroko mengatasi tekanan dari lini tengah Prancis.

Sementara Sofyan Amrabat kemungkinan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan tim. Perannya sebagai pemutus serangan lawan akan sangat penting untuk membatasi kreativitas pemain seperti Antoine Griezmann dan para penyerang Prancis.

Perkuat Transisi Cepat Melalui Sayap

Tanpa Saibari, Maroko kemungkinan akan lebih mengoptimalkan permainan dari sisi lapangan. Kecepatan pemain sayap seperti Hakim Ziyech dan Sofiane Boufal dapat menjadi senjata utama ketika menghadapi Prancis yang diperkirakan lebih dominan dalam penguasaan bola.

Strategi tersebut sejalan dengan karakter permainan Maroko yang sering mengandalkan blok pertahanan rapat sebelum melakukan serangan cepat ketika berhasil merebut bola.

Regragui kemungkinan tidak akan memilih bermain terbuka melawan Prancis. Menjaga jarak antarlini dan meminimalkan ruang bagi pemain cepat Les Bleus menjadi prioritas utama.

Siapkan Pengganti dengan Peran Berbeda

Jika Saibari tidak dapat tampil, Regragui tidak harus mencari pemain dengan karakter yang sama. Pendekatan yang mungkin dipilih adalah mengganti fungsi Saibari melalui kombinasi beberapa pemain.

Pemain pengganti bisa diberikan tugas lebih sederhana, seperti menjaga intensitas pressing, membantu pertahanan, dan mempercepat aliran bola ketika Maroko melakukan serangan balik.

Dalam pertandingan fase gugur seperti perempat final Piala Dunia, keseimbangan tim sering kali lebih penting dibanding sekadar mempertahankan gaya permainan yang sama.

Ujian Besar Regragui Hadapi Kedalaman Skuad Prancis

Prancis memiliki banyak pemain berkualitas di setiap lini, sehingga perubahan kecil dalam strategi dapat menentukan hasil pertandingan. Regragui harus memastikan absennya Saibari tidak membuat Maroko kehilangan karakter utama mereka.

Kedisiplinan bertahan, efektivitas transisi, serta kemampuan memanfaatkan peluang akan menjadi faktor penting bagi Singa Atlas.

Pertandingan melawan Prancis bukan hanya ujian bagi para pemain Maroko, tetapi juga menjadi panggung bagi Walid Regragui untuk menunjukkan kemampuan membaca situasi dan melakukan penyesuaian taktik di level tertinggi sepak bola dunia. *