NTT, CS – Penanganan dampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan hasil signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa pemulihan jaringan kelistrikan di wilayah terdampak kini sudah menembus angka 99,9 persen.

Hingga Selasa sore, sebanyak 566.525 pelanggan dilaporkan telah kembali menikmati pasokan daya. Dari seluruh jaringan yang sempat melumpuh, tersisa satu unit gardu distribusi yang memasok 296 pelanggan di mana proses perbaikannya masih terus dikejar oleh petugas teknis di lapangan.

Kondisi infrastruktur pendukung lainnya juga berangsur normal. Selain sektor kelistrikan, jaringan telekomunikasi seluler di wilayah terdampak telah pulih hingga 99,7 persen, dengan peningkatan konektivitas yang cukup drastis di kawasan Kabupaten Manggarai Timur dan Ende.

Akses darat yang sempat terputus akibat tanah longsor dan retakan jalan pun sudah bisa dilalui kembali. Langkah penanganan cepat dilakukan dengan menyiagakan belasan alat berat di pelbagai titik strategis guna membuka rute muatan logistik dan kendaraan warga.

Penanganan darurat bencana ini ditegaskan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana saat menyampaikan kabar pemulihan terkini.

“Kami sudah menyampaikan kondisi kelistrikan, sampai saat ini update per jam 5 Waktu Indonesia Bagian Barat, sebanyak 99,9% pelanggan telah kembali memperoleh layanan listrik. Hanya terdapat 1 gardu dengan distribusi untuk 296 pelanggan yang hari ini masih dalam kondisi penanganan dan masih padam,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan.

Langkah taktis penanganan bencana gempa NTT ini turut disokong oleh pengerahan armada ekskavator, ketersediaan unit rig pemboran, hingga pendistribusian pasokan bahan bakar minyak guna menjamin operasional tanggap darurat berjalan tanpa hambatan.*