KALTIM, CS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kalimantan Timur hingga menyebabkan kerusakan parah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengonfirmasi terdapat 413 titik api yang membakar lahan seluas 936,95 hektare di berbagai penjuru kabupaten dan kota.

Kabupaten Kutai Barat menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Di daerah ini, api melalap sekitar 269,34 hektare lahan dari total 70 peristiwa kebakaran. Sementara itu, Kabupaten Paser mencatat konsentrasi titik api terbanyak mencapai 85 titik, disusul Kota Samarinda dengan 75 titik api.

Pelaksana Harian Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, menjelaskan bahwa kobaran api meluas terutama di wilayah-wilayah kabupaten yang memiliki area hutan luas. Menurut pantauan tim di lapangan, area Berau, Kutai Timur, serta Kutai Kartanegara menjadi titik-titik yang dominan mengalami lonjakan musibah ini.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, intinya di semua wilayah ada kejadian karhutla, hanya luasannya dan skalanya berbeda-beda,” ujar Sugeng saat menerangkan kondisi terkini di wilayahnya.

Selain kawasan tersebut, ancaman karhutla juga menyebar ke Penajam Paser Utara, Paser, hingga Kutai Barat. Secara terperinci, Kutai Kartanegara mencatat area terbakar seluas 215,38 hektare dari 52 titik, sedangkan Berau mencatat 83,44 hektare dari 35 titik. Wilayah Kota Samarinda turut terdampak dengan 88,60 hektare lahan yang hangus.

Pihak BPBD terus berupaya memadamkan sisa-sisa titik api dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi penyebaran api yang lebih luas di tengah musim kering.*