MOROWALI, CS – Masyarakat Desa Matarape yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Matarape akan menggelar aksi demonstrasi di depan PT ASKON, Jumat (2/10/2026).

Aksi tersebut menjadi bentuk protes warga terhadap dampak aktivitas jalan hauling perusahaan yang dinilai telah mengganggu kehidupan masyarakat, terutama akibat debu yang disebut menyebar hingga ke kawasan permukiman.

Koordinator aksi, Muhlis, mengatakan demonstrasi digelar untuk mendesak PT ASKON segera menangani persoalan tersebut dan memberikan solusi konkret terhadap dampak debu jalan hauling.

Menurutnya, kondisi debu yang ditimbulkan dari aktivitas jalan hauling saat ini sudah mengkhawatirkan. Warga, kata dia, tidak hanya terganggu oleh polusi debu, tetapi juga mencemaskan dampaknya terhadap kesehatan.

“Debu-debu itu juga dapat merusak tanaman milik warga,” ungkap Muhlis, Kamis (1/10/2026) malam.

Ia menegaskan, hingga saat ini pihak perusahaan dinilai belum memberikan solusi konkret terhadap persoalan polusi debu yang dikeluhkan masyarakat Desa Matarape.

Muhlis juga menyampaikan adanya persoalan lain yang menurut warga berkaitan dengan keberadaan PT ASKON di wilayah tersebut. Ia menuding aktivitas perusahaan turut berdampak terhadap lahan milik masyarakat.

“Polusi debu hauling sampai ke pemukiman warga,” tegasnya.

Aliansi Masyarakat Matarape berharap aksi tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk membuka ruang penyelesaian dengan warga, terutama menyangkut dampak aktivitas hauling yang dirasakan masyarakat sehari-hari.

Warga meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada keluhan, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata untuk mengendalikan debu serta memberikan kepastian terhadap dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Reporter: Murad