PALU, CS – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan kepedulian terhadap keluarga berisiko stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), dengan menyalurkan bantuan sembako kepada lima penerima manfaat di Kota Palu.

Penyaluran bantuan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Perwakilan BKKBN Sulteng tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi, Jumat (9/10/2026).

Penerima manfaat terdiri atas dua ibu hamil, satu ibu menyusui, dan dua ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta).

Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan kepada keluarga yang membutuhkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendorong kepedulian terhadap pemenuhan gizi ibu dan anak sejak dini.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Nuryamin, menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

“Penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Melalui Program Genting ini, kami berupaya menggerakkan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang layak sejak dini demi menyongsong generasi emas Indonesia,” ujar Nuryamin.

Salah satu penerima manfaat, Yunita (35), warga Kelurahan Tatura Utara, mengaku terbantu dengan bantuan sembako yang diterimanya. Ibu lima anak tersebut sehari-hari mengandalkan penghasilan suaminya yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, sembari menjalankan usaha jualan daring untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Pendapatan suami biasanya bersih sekitar Rp100.000 sampai Rp150.000 sehari, tergantung orderan. Kalau dibilang cukup, ya dicukup-cukupkan,” cerita Yunita.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Yunita berupaya memenuhi kebutuhan anak-anaknya, termasuk memperhatikan asupan gizi anak bungsunya yang mulai mendapatkan makanan pendamping ASI berupa bubur dengan campuran sayuran, ikan, tahu, dan tempe.

Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya dan berharap perhatian serupa dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Terima kasih kepada BKKBN Provinsi. Insya Allah, kami sebagai orang tua akan terus bekerja keras agar ke depan masa depan anak-anak kami bisa lebih baik,” ujarnya.

Melalui Program Genting, BKKBN Sulteng mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk mendukung keluarga, terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki anak bawah dua tahun.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap kebutuhan gizi keluarga dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah stunting sejak dini di Sulteng. *