MOROWALI, CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, Sulawesi Tengah, mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai dasar penempatan jabatan dan pengembangan karier aparatur berdasarkan kompetensi, potensi, serta kinerja.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, saat mewakili bupati menghadiri ekspose pembangunan manajemen talenta ASN Pemkab Morowali di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).

Menurut Iriane, manajemen talenta diperlukan untuk memetakan kapasitas dan kinerja ASN secara objektif. Hasil pemetaan itu diharapkan menjadi landasan dalam menempatkan aparatur sesuai kompetensi sekaligus menyiapkan pengembangan karier yang selaras dengan kebutuhan organisasi.

“Melalui manajemen talenta ini, saya berharap potensi dan kinerja seluruh ASN di Kabupaten Morowali dapat terlihat dengan baik, sehingga menjadi dasar dalam pengembangan karier dan penempatan aparatur sesuai kompetensi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BKN Pusat dan Kantor Regional IV BKN Makassar atas dukungan serta pendampingan dalam mempersiapkan penerapan sistem manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali.

Iriane berharap sistem tersebut dapat mendorong pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih terukur dan profesional, sehingga potensi setiap ASN dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.

Sementara itu, Wakil Kepala BKN RI Suherman menekankan bahwa keberhasilan penerapan manajemen talenta membutuhkan komitmen pimpinan daerah, tata kelola kelembagaan yang baik, serta data kepegawaian yang akurat dan terintegrasi.

Sistem ini juga diharapkan mempercepat proses pengisian jabatan dan membantu pemerintah daerah menyiapkan calon pemimpin sesuai kebutuhan organisasi.

Dalam ekspose tersebut, Kepala BKPSDMD Morowali Asep Haerudin memaparkan kesiapan pemerintah daerah dalam membangun sistem manajemen talenta. Kabupaten Morowali saat ini memiliki 5.535 ASN, terdiri atas 3.060 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan sisanya merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pemaparan mencakup kondisi jabatan yang kosong, pemetaan potensi dan kinerja ASN, pembaruan data kepegawaian, serta rencana pelaksanaan profiling ASN bersama Kantor Regional IV BKN Makassar.

Pemkab Morowali juga mengembangkan pembinaan kompetensi melalui pendekatan coaching, mentoring, dan pembelajaran berbasis pengalaman.

Asep menjelaskan, berdasarkan pemetaan manajemen talenta, terdapat empat kandidat suksesor yang berada pada Kotak 9. Untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), kandidat tersebut adalah Alamsyah dengan nilai total 82,96.

Sementara pada jabatan administrator, terdapat Albakarah Firmansyah dengan nilai 84,19, Adnan dengan nilai 83,25, dan Indo Unga dengan nilai 81,50.

Menurut Asep, penentuan kandidat dilakukan menggunakan persentase dan sistem penilaian yang diterapkan BKN, sehingga identifikasi potensi aparatur dapat dilakukan secara objektif, terukur, serta mempertimbangkan kompetensi dan kinerja.

Kabupaten Morowali menjadi kabupaten/kota ketiga di Provinsi Sulawesi Tengah yang melaksanakan ekspose penerapan Sistem Manajemen Talenta ASN.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara pelaksanaan ekspose pembangunan manajemen talenta ASN antara Pemerintah Kabupaten Morowali dan BKN RI.

Melalui penerapan sistem ini, Pemkab Morowali berharap pengelolaan karier ASN semakin transparan dan berbasis sistem merit, sekaligus memperkuat profesionalisme birokrasi serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Dikesempatan itu Iriane didampingi Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar Akhmad Syauki, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Morowali Asep Haerudin, Kepala Bidang Mutasi, Pengembangan, dan Penilaian Kinerja Aparatur Indo Unga, serta sejumlah staf. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Kepala BKN RI Suherman, Deputi PPMASN BKN RI Herman, dan jajaran pejabat BKN.

Reporter: Murad