PALU, CS – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mulai mengoptimalkan lahan pertanian di Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, melalui penanaman 4.000 bibit tomat, Rabu (26/8/2026).
Penanaman tersebut menjadi bagian dari Program Palu Mapan yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, turun langsung bersama petani dalam proses penanaman bibit tomat di kawasan pertanian Boyaoge.
Imelda mengatakan lahan tersebut telah lama dikelola masyarakat untuk kegiatan pertanian. Meski luasan lahan kini berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap mendorong agar lahan yang tersisa dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama para petani menanam tomat di kawasan Kelurahan Boyaoge. Sebenarnya ini lahan yang sudah lama dikelola oleh petani. Kalau dibandingkan setahun yang lalu memang lahannya sudah tidak seluas dulu, tetapi lahan yang tersisa tetap kita manfaatkan secara maksimal,” ujar Imelda.
Menurutnya, penanaman 4.000 bibit tomat tersebut merupakan salah satu langkah konkret Pemkot Palu dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung pelaksanaan Program Palu Mapan.
Bibit tomat yang ditanam juga telah disesuaikan dengan usulan dan kebutuhan petani. Pemilihan komoditas tersebut mempertimbangkan kondisi lahan agar tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan produksi secara optimal.
“Alhamdulillah bibit yang kita tanam hari ini benar-benar sesuai dengan permintaan petani. Tidak ada bibit yang tidak sesuai. Komoditas tomat dipilih karena dinilai paling cocok ditanam di lahan Kelurahan Boyaoge,” jelasnya.
Imelda memperkirakan tanaman tomat tersebut mulai memasuki masa panen sekitar dua bulan setelah penanaman, atau pada akhir Oktober 2026.
Pemkot Palu juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil produksi.
Imelda berharap hasil panen nantinya dapat dipasarkan langsung kepada pengecer sehingga petani memperoleh harga jual yang lebih baik dan tidak terlalu bergantung pada tengkulak.
“Kita berharap hasil panennya nanti bisa langsung dipasarkan kepada pengecer, bukan melalui tengkulak. Pemerintah akan terus memberikan pendampingan sehingga petani memperoleh nilai jual yang lebih baik,” tuturnya.
Penanaman tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lurah Boyaoge, Babinsa, personel Polsek, serta sejumlah unsur terkait.
Pemkot Palu menilai optimalisasi lahan produktif dan pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat petani.
“Yang paling penting, pemerintah harus selalu hadir bersama petani dan mendukung mereka dalam meningkatkan kesejahteraannya,” pungkas Imelda. *


