SIDOARJO, CS – Sebanyak 431 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026). Para santri sebelumnya menerima menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

Keluhan kesehatan dilaporkan muncul setelah para santri menyantap makanan tersebut. Jumlah penerima yang kemudian mendapatkan perawatan terus bertambah hingga mencapai 431 orang.

Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan operasional SPPG Kalitengah dihentikan sementara setelah pihaknya menerima laporan kejadian tersebut.

“Untuk saat ini SPPG kita berhenti operasional,” kata Teguh di RS Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).

SPPG Kalitengah diketahui mendistribusikan sekitar 2.800 porsi MBG pada Selasa. Sekitar 1.000 porsi di antaranya disalurkan ke lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, sedangkan sisanya diberikan kepada penerima MBG di sejumlah sekolah tingkat TK hingga SMA di Kecamatan Tanggulangin.

Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel.

Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium

Pemerintah belum memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan massal tersebut. Sampel makanan yang dikonsumsi para santri telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Pengambilan sampel dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu pekan.

Hasil laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap operasional SPPG Kalitengah.

BGN juga masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat mengenai status penghentian operasional dapur MBG tersebut, apakah hanya sementara atau berlanjut menjadi penghentian permanen.

“Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah di-suspend-nya suspend sementara atau suspend permanen,” ujar Teguh.

Sekolah Penerima MBG Ikut Dipantau

Selain menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah, BGN bersama pemerintah daerah akan melakukan pemantauan terhadap sekolah lain yang menerima makanan dari dapur tersebut.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi munculnya keluhan kesehatan serupa dari penerima MBG yang menyantap menu yang sama.

Para santri yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, dan RS Arafah Anwar Medika.

Hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar, pemerintah belum menyimpulkan bahwa makanan MBG tersebut merupakan penyebab pasti kejadian. Dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.*