PARIMO, CS – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Sabtu (14/3/2026).
Kedua korban ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilakukan operasi pencarian oleh tim SAR.
Informasi kejadian pertama kali diterima Pos SAR Parigi dari pihak keluarga korban, Ading, pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.12 WITA. Laporan tersebut menyebutkan dua nelayan yang berangkat melaut sejak Selasa (10/3/2026) belum kembali ke darat hingga beberapa hari kemudian.
Berdasarkan laporan tersebut, tim SAR segera melakukan operasi pencarian di lokasi yang diperkirakan menjadi titik keberadaan korban, yakni di perairan Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., menjelaskan bahwa tim Rescue Pos SAR Parigi bersama unsur potensi SAR tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.44 WITA dan langsung melakukan briefing serta pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur Basarnas.
“Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dan pada pukul 11.25 WITA berhasil menemukan kedua korban dalam kondisi selamat pada koordinat 0°32’37.80″S – 120°26’40.90″E atau sekitar 31 mil laut arah barat laut dari lokasi perkiraan kejadian,” ujar Rizal.
Setelah ditemukan, kedua korban segera dievakuasi menggunakan perahu menuju Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi. Tim SAR gabungan bersama para korban tiba di darat sekitar pukul 12.25 WITA dan langsung menyerahkan keduanya kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai pada pukul 12.40 WITA dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Adapun kedua korban yang berhasil diselamatkan yakni Gilang (21) dan Agil (19).
Sebelumnya, keduanya diketahui berangkat memancing menggunakan perahu jenis katinting pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Berdasarkan kebiasaan, keduanya biasanya kembali ke darat setelah satu malam melaut, namun hingga beberapa hari kemudian tidak kunjung pulang sehingga keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak SAR.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Parigi, TNI AL, Polair Polres Parigi, BPBD, PSC, pemerintah desa, serta masyarakat setempat dengan dukungan sejumlah peralatan SAR dan perahu nelayan.
Basarnas mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian sehingga kedua korban dapat ditemukan dengan cepat dan selamat. *

