SIDOARJO, CS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, SPPG Talang Angin/Kalitengah, Sidoarjo, dihentikan sementara operasionalnya atau disuspend selama 30 hari untuk menjalani evaluasi dan perbaikan.

Tak hanya menghentikan operasional, BGN juga mengusulkan pencopotan kepala SPPG tersebut dari jabatannya.

Langkah itu diambil menyusul hasil investigasi BGN bersama Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) yang menemukan sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan distribusi makanan MBG.

Di antaranya, ketidaksesuaian pelabelan wadah makanan serta keterlambatan distribusi. Makanan disebut didistribusikan lebih dari empat jam setelah matang sehingga telah melewati batas waktu aman konsumsi.

BGN juga menemukan ketidaksesuaian antara waktu makanan selesai dimasak, waktu pengiriman dan waktu makanan dikonsumsi di lapangan.

Sudaryono mengatakan, pihak yang terbukti melakukan kelalaian dalam pelaksanaan program MBG tidak menutup kemungkinan diproses secara hukum.

Selain menjatuhkan sanksi, BGN menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan mengakui adanya kelalaian dalam aspek pelabelan maupun distribusi makanan.

Untuk mengungkap kronologi secara lebih rinci, BGN menggunakan sistem pemantauan Radar MBG dalam merekonstruksi rangkaian proses produksi hingga distribusi makanan.

Hingga, Kamis (3/9/2026), investigasi lapangan dan administrasi telah dilakukan. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan agen penyebab, termasuk kemungkinan bakteri atau toksin, belum diumumkan.

BGN masih menunggu hasil laboratorium sebelum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai penyebab medis insiden tersebut.

Dalam kasus ini, BGN mencatat 512 santri terdampak. Sebanyak 312 santri telah pulang dalam kondisi sembuh, sementara 80 santri masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 120 lainnya masih dalam observasi berdasarkan pembaruan data awal.

BGN memastikan tidak terdapat korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Saat ini, penanganan korban, penerapan sanksi serta perbaikan SOP distribusi dan pelabelan menjadi fokus BGN untuk mencegah kejadian serupa terulang dalam pelaksanaan program MBG. *