MOROWALI, CS – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, memantau langsung pelayanan Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Bungku, Kabupaten Morowali, dalam rangka memperingati World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia, Rabu (16/9/2026).
Pelayanan KB serentak tersebut berlangsung hingga 7 Oktober 2026 dan dapat diakses masyarakat di fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di seluruh Sulteng.
Hingga 15 September 2026, capaian pelayanan KB di Kabupaten Morowali tercatat sebesar 10,5 persen dari target 555 peserta KB baru.
Sementara dalam pelayanan di Puskesmas Bungku saat kunjungan Gubernur, sebanyak 23 akseptor mendapatkan pelayanan kontrasepsi.
Dari jumlah tersebut, sembilan akseptor mendapatkan pelayanan implan, sembilan akseptor pelayanan suntik, dan lima akseptor memilih metode intrauterine device (IUD).
Anwar mengatakan perluasan akses pelayanan KB menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kesehatan keluarga sekaligus menyiapkan generasi berkualitas.
Ia mengaitkan program tersebut dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Sehat dan Berani Cerdas yang diarahkan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju 2045.
“Program kami yang menjadi visi misi Gubernur Sulteng, Berani Sehat dan Berani Cerdas, semuanya bertujuan untuk generasi emas 2045,” ujar Anwar.
Menurut Anwar, program kependudukan dan keluarga berencana juga berperan dalam mengatur laju pertumbuhan penduduk dan mendukung agenda pembangunan generasi berkualitas.
“Ada keseragaman program dari BKKBN, mulai mengatur laju pertumbuhan penduduk dan yang lainnya dalam mendukung generasi emas 2045,” jelasnya.
Selain pelayanan KB, Anwar turut menyinggung perkembangan penanganan stunting di Sulteng. Ia menyebut angka stunting di daerah tersebut menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.
“Syukur alhamdulillah, stunting kita sudah turun dari tahun ke tahun. Kalau bisa, kita upayakan 0,” ujar Anwar.
Ia berharap upaya penanganan stunting terus diperkuat seiring dengan peningkatan pelayanan kesehatan dan program pembangunan keluarga.
Pelaksanaan pelayanan KB serentak dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi. Masyarakat masih dapat memanfaatkan layanan tersebut hingga 7 Oktober 2026 melalui fasilitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Nirmawati Toppo yang mewakili Bupati Morowali, Ketua MUI H. Mauludin, Ketua Dewan Adat H. M.I. Ridwan, Kepala Puskesmas Bungku dr. Supardi, Kepala SMA Negeri 1 Bungku Siti Rabua Laounu, serta sejumlah kepala desa. *


