MOROWALI, CS – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya Dharma Wanita Persatuan (DWP), dalam membangun keluarga yang kuat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulteng.
Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat membuka Forum Komunikasi (Forkom) III DWP se-Sulteng Tahun 2026 yang digelar di GOR Peapua Abdurrabie, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Kamis (8/10/2026).
Menurut Anwar, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi perempuan seperti DWP.
“Saya ingin menegaskan bahwa Dharma Wanita adalah salah satu pilar demokrasi kita. Demokrasi tidak akan kokoh tanpa keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat lahir dari perempuan yang hebat,” ujar Anwar.
Ia menilai keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk kualitas manusia. Karena itu, penguatan peran perempuan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun SDM yang berkualitas di Sulteng.
Anwar berharap DWP tidak hanya menjalankan peran dalam lingkup organisasi, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam berbagai agenda pembangunan, terutama melalui penguatan keluarga dan pemberdayaan perempuan.
“Saya berharap DWP dapat terus mengambil bagian dalam mendukung berbagai agenda pembangunan, khususnya melalui penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas sumber daya, membangun kebersamaan dan bergerak dalam satu tujuan,” tuturnya.
Forkom III DWP Sulteng 2026 berlangsung di Kabupaten Morowali, mulai 7 hingga 8 Oktober 2026 dan diikuti peserta dari 13 kabupaten/kota se-Sulteng.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Personal Branding DWP untuk Mewujudkan Perempuan Berintegritas, Berdaya dan Berkarakter Menuju Sulteng Nambaso”
Melalui tema tersebut, para anggota DWP .didorong untuk memperkuat kapasitas diri sekaligus mengambil peran dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Anwar juga menekankan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam membangun personal branding birokrat, mulai dari perubahan paradigma dari penguasa menjadi pelayan rakyat, penerapan meritokrasi, bekerja secara totalitas, pemanfaatan digitalisasi untuk memudahkan pelayanan, hingga mewujudkan pelayanan yang transparan.
Sementara itu, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Morowali sebagai tuan rumah Forkom III DWP Sulawesi Tengah.
Menurut Iriane, forum tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun komunikasi, serta memperkuat sinergi antarpengurus DWP se-Sulawesi Tengah.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah kegiatan ini. Semoga kehadiran ibu-ibu di Morowali tidak hanya menjadi bagian dari agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun komunikasi dan memperkuat sinergi Dharma Wanita Persatuan se-Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Iriane berharap Forkom III dapat mendorong DWP dan anggotanya menjadi perempuan yang berintegritas dalam sikap, berdaya dalam karya, dan berkarakter dalam kehidupan.
Ia juga menilai peran perempuan sangat penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penasehat DWP Provinsi Sulteng, Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, unsur Forkopimda, Ketua DWP Sulteng, beserta jajaran pengurus, para penasehat DWP kabupaten/kota, kepala OPD Provinsi Sulteng, dan Kabupaten Morowali, serta tamu undangan lainnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada Penasehat DWP Provinsi Sulawesi Tengah dan Ketua DWP kabupaten/kota, serta foto bersama. *


