PALU, CS – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, akan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lahan tidur melalui program Palu Mandiri, Adaptif dan Stabilitas Pangan (Palu Mapan) sebagai upaya mengendalikan inflasi daerah.
Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Petalolo, mengatakan program tersebut menjadi salah satu unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu tahun 2026.
Hal itu disampaikan Irmayanti saat rapat koordinasi pelaksanaan program unggulan TPID Kota Palu, di Palu baru-baru ini.
“Mapan adalah program unggulan TPID 2026, memanfaatkan lahan tidur atau lahan kosong untuk bertani dengan melibatkan masyarakat pemilik lahan di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan kosong yang belum dimanfaatkan akan dialihkan menjadi lahan pertanian produktif melalui penanaman komoditas hortikultura dan tanaman pangan strategis.
Menurut Irmayanti, program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Kota Palu pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,22 persen atau meningkat dibanding Januari 2026 yang berada pada angka 4,35 persen.
Pemerintah kota, kata dia, akan menjalin kerja sama dengan pemilik lahan dalam jangka waktu tertentu agar lahan tidur dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif.
“Lahan yang dikerja samakan ditanami tanaman produktif atau hortikultura,” katanya.
Program Palu Mapan difokuskan pada penanaman komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan berbagai tanaman hortikultura lain yang menjadi penyumbang inflasi daerah.
Selain itu, Pemkot Palu juga mendorong optimalisasi lahan pekarangan melalui konsep urban farming dan pengembangan hidroponik di seluruh kelurahan.
Irmayanti menambahkan, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi keluarga melalui pemanfaatan hasil pertanian.
“Melalui Palu Mapan kami ingin masyarakat gemar menanam tanaman produktif, baik itu untuk konsumsi rumah tangga maupun menjadi penyangga ekonomi keluarga,” ujarnya.
Selain menjalankan program Palu Mapan, TPID Kota Palu juga menerapkan strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, dan memperkuat komunikasi efektif kepada masyarakat.
Berdasarkan data DPRD Kota Palu, luas lahan berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu hektare dan sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal. *

